Selasa, 09 Juli 2013

korek harian grand 96

Korek Harian 4-Tak : Setting Karburator Meski bisa pertahankan karbu standar bawaan pabrik, kohar alias korek harian 4-tak tetap perlu ubah setingan. “Kompresi sudah naik dan kem dikorek, karbu sebagai pemasok gas bakar harus disesuaikan,” jelas Teng Suang Hak, mekanik Ahak Motor, yang mangkal di Jl. Kapuk Raya, No. 55D, Jakarta Utara. Pria akrab dipanggil Ahak itu, ajukan tips simpel nyeting main-jet dan pilot-jet. “Tidak pake patokan. Soalnya karakter masing-masing kohar beda. Kuncinya, rasakan saja dampak di mesin,” kata Ahak yang sibuk garap motor balap pesanan saat ditemui Em-Plus di bengkelnya. Lakukan penyetelan gas dan angin secara maksimal. “Jika teriakan mesin pada setelan gas tertinggi kurang njerit, berarti main-jet memang kurang. Coba naikan 5 angka dulu,” kata lelaki berambut cepak ini. Setelah itu, coba tarik gas. Jika pada gas tinggi tampak kayak ada kosong, alias ada jeda pada pasokan bensin. “Itu main-jet masih kurang. Bisa naikan satu step lagi, atau jadi 7 atau 7,5 angka. Biasanya, untuk kohar kenaikan itu sudah cukup tinggi,” ingatnya. Sebaliknya, jika saat digas malah terasa mbrebet di putaran atas. Itu artinya, kenaikan main-jet yang dilakukan terlalu besar dan harus diturunin. Selain mbrebet, setelan main kegedean juga berdampak bensin boros. “Bensin terbuang dan nggak terbakar maksimal. Bisa dilihat di busi. Kalau cepat sekali hitam, berarti setelan kegedean pas,” ujar Ahak lagi. Sementara untuk setelan pilot-jet, gejalanya juga dideteksi dengan beberapa hal. Gejala pertama, jika motor susah hidup setelah dilakukan korekan. “Atau setelah hidup, tapi pada putaran bawah tampak seperti ada kosongnya. Kayak bensin enggak jalan. Itu artinya pilot-jet perlu dinaikan,” katanya. Cara menaikan juga bertahap. “Sama kayak kenaikan main-jet, coba dinaikan 5 angka dulu,” tambah mekanik yang sukses bikin Kanzen melejit di pentas pasar senggol Jakarta. Ahak kasih ancer-ancer, kebiasan yang dilakukannya, setelan pilot-jet maupun main–jet untuk kohar, pas pada penambahan antara 5 sampai 7,5 angka. Tentu saja, tergantung karakter korekan dan jenis karburator. “Tapi dari pengalaman, setingan pilot dan main-jet koharenggak pernah sampai 10. Jenis karburator apapun, deh,” tutup Ahak

 

 

 

 

Korek Harian Honda Grand 110cc

1. Piston Kaze Oversize Nol dengan diameter 53mm.
Ubahan seperti Grand lainnya dengan menggunakan Piston Kaze. Volune silinder jika dihitung dengan rumus mampu mencapai angka 110cc. Dibuat dome setinggi 2mm agar piston menjadi jenong. Bagian domenya perlu diatur lagi agar pas dengan ruang bakar dan klep nya.

2. Desain Katup dan Port nya.
Klep In dan Ex masih menggunakan katup standarnya dengan ukuran 23 mm dan 20 mm. Pada area diameter dalam sitting klep melebar luas melingkar 1mm pada kedua klep. Batang klep pada pangkal klep alias di bawah payung klep mengecil skitar 0,5mm dari diameter batang aslinya untuk kedua klep, kata orang yang pinter mesin sih bilangnya backcut valve. Area payung klep digerus membentuk tirus, jadi klep jingkrak. Bagian lubang inlet dicukur pisau tuner selebar 23mm dan bagian bawah klep atau boshing area dibuat menyerupai venturi karburator, hal ini menyebabkan keasyikan pada putaran atas. Maksudnya ngisi terus ampe gigi 4 puollll. Ga ngeden kaya da lama ga buang air besar. Area lubang outlet diperbesar menjadi 24mm dan dibuat licin agar sisa gas buang terlepas sempurna ke atmosfir.
 

3. Manifold Karbu Costum.
Saluran masuk dibuat 26mm dan saluran keluarnya menjadi 23mm dan langsung mengarah ke ruang bakar. Hal ini membuat kompresi efektif mesin makin membesar seiring smakin tingginya rpm.

4. Noken As
Noken as dibuat sesuai dengan karakter besar kecil lubang inlet dan outlet klep dengan lift 7mm pada kedua klep serta overlap 2mm untuk memperkuat putaran atas.

5. Knalpot Freeflow

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar